Semua yang Kita Miliki Sebenarnya Sedang Kita Pinjam

Pernahkah kamu memperhatikan...

bahwa hampir semua hal yang kita sebut "milikku" suatu hari akan terlepas dari kita?

Rumah yang kita bangun.

Tubuh yang kita rawat.

Orang-orang yang kita cintai.

Pekerjaan yang kita banggakan.

Bahkan nama yang kita tinggalkan.

Semuanya berubah.

Tidak ada yang benar-benar tinggal selamanya.

Namun anehnya, kita hidup seolah-olah semuanya akan selalu ada.

Kita menunda mengucapkan terima kasih karena merasa masih ada waktu.

Kita menunda meminta maaf karena mengira masih ada kesempatan.

Kita menunda hadir untuk orang-orang yang kita cintai karena percaya mereka akan selalu menunggu.

Padahal hidup tidak pernah memberikan janji seperti itu.

Mungkin yang membuat kehilangan terasa begitu menyakitkan bukan karena kita kehilangan.

Melainkan karena kita mengira semua itu benar-benar milik kita.

Bagaimana jika sejak awal kita melihat semuanya sebagai titipan?

Bukan berarti kita mencintainya lebih sedikit.

Justru sebaliknya.

Kita akan lebih menghargai setiap pertemuan.

Lebih bersyukur atas setiap kebersamaan.

Lebih lembut dalam memperlakukan orang-orang di sekitar kita.

Karena kita sadar...

tidak ada yang benar-benar bisa kita genggam selamanya.

Barangkali, kehidupan bukan mengajarkan kita untuk memiliki.

Kehidupan mengajarkan kita untuk menjaga selama masih dipercaya.

Dan ketika waktunya tiba untuk melepaskan...

kita belajar bahwa rasa syukur selalu lebih ringan daripada rasa memiliki.


Untuk direnungkan malam ini

Bayangkan semua yang ada di sekelilingmu adalah titipan yang suatu hari harus dikembalikan.

Apa yang akan berubah dari cara kamu memperlakukan hidup mulai hari ini?

Bagikan :
Bagikan persinggahan ini: