Kita Jarang Benar-Benar Melihat

Setiap hari kita membuka mata.

Namun belum tentu kita benar-benar melihat.

Kita melihat matahari terbit.

Lalu menganggapnya biasa.

Kita melihat orang tua kita bertambah tua.

Lalu menganggap masih ada waktu.

Kita melihat anak-anak tumbuh.

Lalu berpikir mereka akan selalu sekecil hari ini.

Kita melihat tubuh kita berubah.

Lalu baru menyadarinya ketika tenaga mulai berkurang.

Masalahnya bukan karena kehidupan menyembunyikan banyak hal.

Masalahnya adalah...

kita terlalu terbiasa.

Apa yang kita lihat setiap hari perlahan menjadi tidak terlihat.

Udara tidak terlihat sampai kita kesulitan bernapas.

Kesehatan tidak terasa berharga sampai kita jatuh sakit.

Waktu tidak terasa penting sampai kita menyadari banyak yang telah berlalu.

Kehadiran seseorang tidak terasa istimewa sampai kursinya kosong.

Mungkin kehidupan tidak pernah berhenti berbicara.

Kitalah yang perlahan kehilangan kemampuan untuk mendengarnya.

Karena kita terlalu sibuk mengejar hari esok...

hingga tidak lagi benar-benar hadir hari ini.

Padahal...

banyak jawaban tidak datang karena kita mencari lebih jauh.

Banyak jawaban datang karena kita akhirnya melihat lebih dalam.

Mungkin hari ini tidak ada yang berubah.

Langit masih sama.

Rumahmu masih sama.

Orang-orang di sekitarmu masih sama.

Yang mungkin perlu berubah...

adalah cara kamu memandang semuanya.


Persinggahan

Sebelum tidur malam ini, pilih satu hal yang selama ini kamu anggap biasa.

Tataplah selama satu menit.

Jangan pikirkan apa pun.

Cukup lihat.

Mungkin untuk pertama kalinya, kamu benar-benar menyadari bahwa ia selalu ada... dan suatu hari mungkin tidak lagi ada.

Bagikan :
Bagikan persinggahan ini: