Kehidupan Selalu Berbicara. Kita Saja yang Jarang Mendengarkan.

Setiap hari, kehidupan sedang menunjukkan sesuatu.

Matahari terbit tanpa pernah meminta tepuk tangan.

Malam datang tanpa pernah terlambat.

Daun yang hijau perlahan menguning.

Anak kecil tumbuh menjadi dewasa.

Wajah yang muda perlahan dipenuhi garis-garis waktu.

Tidak ada yang tiba-tiba.

Semuanya bergerak.

Semuanya berubah.

Semuanya sedang bercerita.

Namun kita terlalu sibuk mengejar kehidupan...

hingga lupa membaca apa yang sedang ditunjukkannya.

Ketika sebuah pohon kehilangan daunnya, kita menyebutnya musim.

Ketika manusia kehilangan sesuatu, kita menyebutnya musibah.

Padahal mungkin keduanya sedang mengalami hal yang sama.

Perubahan.

Ketika langit mendung, kita tahu hujan mungkin akan datang.

Namun ketika hati mulai gelisah, kita jarang bertanya,

"Apa yang sedang ingin diberitahukan oleh kegelisahan ini?"

Kehidupan tidak hanya berbicara melalui kata-kata.

Ia berbicara melalui waktu.

Melalui pertemuan.

Melalui perpisahan.

Melalui keberhasilan.

Melalui kegagalan.

Melalui segala sesuatu yang kita alami setiap hari.

Mungkin masalah terbesar kita bukan karena hidup tidak memberikan petunjuk.

Masalahnya adalah kita belum belajar membacanya.

Dan mungkin...

belajar hidup bukan tentang mengumpulkan lebih banyak jawaban.

Melainkan melatih mata dan hati agar mampu melihat apa yang selama ini terlewat.


Persinggahan

Besok pagi, sebelum memulai kesibukanmu, lihatlah langit selama satu menit.

Jangan mengambil foto.

Jangan mengunggahnya.

Jangan mengatakan apa pun.

Cukup lihat.

Lalu tanyakan dalam hati,

"Apa yang sedang diajarkan kehidupan kepadaku hari ini?"

Bagikan :
Bagikan persinggahan ini: