Tentang Pagi

Tidak ada pagi yang datang dengan tergesa-gesa.

Ia selalu hadir dengan cara yang sama.

Pelan.

Langit yang perlahan berubah warna.

Udara yang masih menyimpan kesejukan malam.

Suara-suara yang mulai kembali terdengar.

Hari baru tidak pernah datang sambil berteriak.

Ia datang dengan tenang.

Namun sering kali, kita menyambutnya dengan terburu-buru.

Sebelum benar-benar terbangun, tangan kita sudah mencari ponsel.

Sebelum melihat langit, kita sudah melihat notifikasi.

Sebelum bersyukur atas hari yang baru, kita sudah memikirkan beban yang akan dijalani.

Seolah-olah kehidupan dimulai dari layar.

Padahal jauh sebelum layar itu menyala...

hari sudah lebih dulu dimulai.

Pagi mengajarkan bahwa setiap hari adalah kesempatan.

Bukan kesempatan untuk menjadi sempurna.

Tetapi kesempatan untuk memulai lagi.

Kesalahan kemarin tidak ikut terbit bersama matahari.

Penyesalan semalam tidak menghalangi datangnya fajar.

Alam tidak pernah berkata,

"Kemarin kamu gagal, jadi hari ini tidak perlu dimulai."

Ia tetap menghadirkan pagi.

Berulang.

Tanpa lelah.

Mungkin kehidupan sedang mengajarkan sesuatu yang sederhana.

Selama masih ada pagi...

selalu ada kemungkinan untuk memulai kembali.

Bukan karena masa lalu hilang.

Tetapi karena kehidupan masih memberimu satu hari lagi.

Dan mungkin...

itulah hadiah yang paling sering kita terima tanpa pernah benar-benar kita sadari.


Persinggahan

Besok pagi, jangan langsung melihat ponselmu.

Bukalah jendela.

Lihat langit selama satu menit.

Biarkan hari menyapamu...

sebelum dunia mulai berbicara.

Bagikan :
Bagikan persinggahan ini: